5 Book(s) Related to rachel and ivan

Ayah Miliarder, Jangan Ganggu Ibuku!

Ayah Miliarder, Jangan Ganggu Ibuku!

993 Dilihat · Sedang Berlangsung · Iwan Setiawan
Si brengsek yang berubah jadi bajingan begitu punya uang, ternyata diam-diam main serong dengan adik tiriku! Bahkan di malam pernikahan kami, dia masih terus berselingkuh!
Yang lebih parah, adik tiriku yang tak tahu malu itu memberiku obat hingga keperawananku yang kujaga selama ini hilang di tangan pria asing, dan aku bahkan hamil anaknya!
Kini si pengkhianat itu malah mau menceraikanku untuk menikahi adik tiriku yang hina! Gantung dulu!
Empat tahun kemudian, aku kembali ke tanah air dengan bayi kembar tiga yang lahir di luar negeri, lengkap dengan keahlian medis tiada tara dan dendam membara untuk membalas pengkhianatan mereka. Mantan suamiku si bajingan minta kesempatan kedua? Enyahlah!
Tapi ada apa dengan miliarder yang tak sengaja kuselamatkan ini? Wajahnya mirip sekali dengan anak-anakku, tapi dia juga malah ngotong ingin jadi ayah mereka!
Si Miliarder: "Mereka adalah anak kandungku. Mau panggil siapa lagi sebagai ayah?"
Bebas dari Penjara, Langsung Menikahi Miliarder yang Terbaring Lemas

Bebas dari Penjara, Langsung Menikahi Miliarder yang Terbaring Lemas

212 Dilihat · Sedang Berlangsung · Iwan Setiawan
Lima tahun lalu, Sari Anderson dipenjara secara tidak adil demi menanggung dosa orang lain. Begitu bebas, ibunya memanfaatkan dua anaknya yang lahir di penjara untuk memaksanya menikahi seorang miliarder dalam keadaan vegetatif. Di saat yang sama, sang konglomerat malang, Niko Gunawan, justru menjadi pusat perebutan kekuasaan di keluarganya.

Sementara seluruh kota membicarakan bagaimana Niko yang koma akan melewati malam pengantin dengan pengantin mudanya, tak ada yang menyangka bahwa mantan narapidana ini menyimpan keahlian medis yang luar biasa. Saat malam tiba, lengan Niko, yang dipenuhi jarum perak tak terhitung, mulai bergetar halus...

Dan demikianlah dimulai kisah cinta tak terduga antara si narapidana dengan suaminya yang seperti sayuran.
Bunga Teratai dan Mayat: Aku Bangkit di Hari Kematianku

Bunga Teratai dan Mayat: Aku Bangkit di Hari Kematianku

963 Dilihat · Sedang Berlangsung · Iwan Setiawan
Ginjal putriku dicuri oleh suamiku dan wanita simpanannya, lalu ia dibunuh dengan kejam!
Hatiku hancur berdarah! Kesedihan dan kemarahan itu kuubah menjadi kekuatan untuk meledakkan diri bersama para pembunuh itu!
Namun, yang tak kusangka, setelah kematianku, aku justru terlahir kembali. Aku kembali ke masa di mana putriku masih hidup. Kali ini, aku akan mengubah takdir kami berdua dengan tanganku sendiri...
Lahir Kembali di Tahun 80-an, Suami Sibuk Memanjakan Istri

Lahir Kembali di Tahun 80-an, Suami Sibuk Memanjakan Istri

896 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lysandra Veyne
Pada abad ke-24, seorang pemuda bernama Cui Xiaoyu mengalami kecelakaan mobil yang membuatnya terlempar ke tahun 80-an, menjadi seorang gadis biasa dari keluarga petani miskin di desa.

Katanya sih bakal menikmati kehidupan pedesaan yang santai, tapi kenapa baru saja sampai malah hampir dijual oleh pedagang manusia? Dia harus mengurus makanan keluarganya, dan juga menghadapi dua paman yang memandangnya seperti musuh!

Orang lain yang terlempar ke masa lalu biasanya punya "cheat" yang membuat hidup mereka lancar dan sukses. Tapi dia hanya punya sepasang mata yang bisa melihat segala sesuatu dengan jelas. Di zaman yang keras ini, mata seperti itu berguna buat apa?

Jadi, dia hanya bisa bekerja keras menanam jagung, mencari sumber air, dan melihat apakah ada tambang tersembunyi di sekitar sini! Dia tidak percaya bahwa dengan otaknya ini, dia bisa mati kelaparan di zaman kekeringan ini!

Dengan menendang paman yang jahat dan memukul preman tambang di desa, dia akan membawa seluruh keluarga Cui menuju jalan kekayaan!
Raja Para Alfa

Raja Para Alfa

286 Dilihat · Sedang Berlangsung · Ana Karoline Mendes
Ditolak habis-habisan oleh belahan jiwa yang selama ini kupercaya ditakdirkan untukku, aku lari dari sakit hati dan mencari pegangan di pelukan seorang asing. Ada sesuatu pada dirinya—tatapan yang dalam, wibawa yang menyesakkan dada—yang membuatku tak mampu menolak, seolah tubuhku sudah lebih dulu menyerah sebelum pikiranku sempat bertahan.

Malam itu berubah jadi badai. Hasrat, amarah, dan kesepian bercampur jadi satu, menenggelamkanku sampai aku lupa siapa diri sendiri. Aku mengira aku hanya membiarkan diriku jatuh pada orang yang tak akan pernah kutemui lagi setelah fajar.

Aku salah.

Aku baru paham setelah semuanya terlambat—bahwa lelaki yang kupilih untuk melupakan takdir justru adalah takdir yang lebih besar: Raja Kaum Serigala.

Dan kini, di dalam rahimku tumbuh pewaris takhtanya.

Aku terjepit di antara dua hal yang sama-sama berbahaya: menolak tarikan dirinya yang seperti hipnosis, atau membiarkan ikatan rapuh di antara kami tumbuh hingga cukup kuat untuk menyelamatkan kami berdua. Setiap kali ia mendekat, udara terasa lebih berat. Suaranya seperti perintah yang tak terdengar namun ditaati. Kehadirannya membuatku ingin kabur sekaligus ingin pulang—padahal aku bahkan tak tahu di mana rumahku lagi.

Di luar sana, bayang-bayang bergerak mengincar kami. Ancaman datang dari lorong-lorong gelap, dari bisik-bisik yang berhenti saat aku lewat, dari mata-mata yang terlalu lama menatap. Ada yang tak sudi melihat seorang perempuan tanpa nama, tanpa darah bangsawan, membawa calon raja.

Setiap pertemuan dengannya menguji tekadku.

Ia bukan hanya lelaki. Ia mahkota, hukum, dan kutukan. Di balik sikap dinginnya, ada sesuatu yang menuntut—bukan sekadar tubuhku, tapi kepercayaanku. Dan setiap kali ia menyebut anak itu, suaranya melembut seperti ia sedang memegang sesuatu yang mudah pecah. Aku ingin percaya kelembutan itu nyata, bukan sekadar cara lain untuk menundukkanku.

Namun bagaimana caranya mencintai seseorang yang hidupnya milik takhta? Bagaimana caranya melindungi sebuah ikatan ketika dunia terus menajamkan pisau?

Aku tahu, aku harus memilih: menyerah pada rasa yang pelan-pelan tumbuh di antara kami, atau bertahan pada akal sehat yang terus berteriak agar aku lari sebelum mahkota itu menghancurkan semuanya.

Karena di dunia serigala, cinta sering kalah oleh kewajiban.

Dan aku takut—bukan pada gelap, bukan pada kematian—melainkan pada kemungkinan bahwa aku akan jatuh terlalu dalam, lalu ditinggalkan lagi. Bukan karena ia tak ingin, tetapi karena beratnya mahkota di kepalanya tak pernah mengizinkan siapa pun untuk benar-benar bahagia.
1