3 Book(s) Related to peter monreal

Pengantin Pria Tanpa Moral

Pengantin Pria Tanpa Moral

222 Dilihat · Sedang Berlangsung · Elias Carter
淳jing tidak pernah merasa bahwa menjadi laki-laki yang mencintai laki-laki adalah masalah. Demi mencari cinta pertama kakaknya yang tak terlupakan, dia melakukan perjalanan ke barat. Namun, di sepanjang perjalanan itu, banyak sekali godaan, dari suku rubah hingga suku serigala, dari Dazawa hingga ke sembilan pulau.

Namun, semua itu hanyalah godaan yang sia-sia!

"Gue gak suka sama cowok! Lu jangan asal aja!" teriak Chun Jing sambil menatap pria yang mengikatnya di tempat tidur dengan marah.

Pria itu memandang mata Chun Jing yang penuh amarah, lalu berkata dengan merenung, "Gue juga gak suka cowok. Gimana kalau gue bawa lo buat operasi ganti kelamin? Tapi tempat tinggal penyihirnya jauh banget, sepuluh tahun enam bulan buat sampai sana, gue gak sabar."

"Rubah mesum, lepaskan gue!" Chun Jing terus berusaha melepaskan diri sambil mengancam, "Zhi Leng gak akan membiarkanmu begitu saja!"

Pria itu tertawa kecil, "Rubah mesum? Lo tau gak Zhi Leng itu apa?"

"......"

"Serigala, serigala mesum."
TERIKAT KELABU: Kisah Cinta Mafia yang Abu-Abu Secara Moral

TERIKAT KELABU: Kisah Cinta Mafia yang Abu-Abu Secara Moral

875 Dilihat · Sedang Berlangsung · chidebele10
“Selin itu kayak narkoba—narkoba yang rela gue telan kebanyakan, meski gue tahu gue bisa mati karenanya.”

“Dia kayak medan pelindung—tarikan magnet yang nggak bisa gue lawan.”


Antonio Gray—taipan bisnis berdarah Italia sekaligus bos mafia—hidup di wilayah abu-abu yang tak pernah benar-benar terang. Satu kakinya menapak di lantai gedung-gedung perkantoran yang mengilap, satu lagi tenggelam di lorong dunia gelap yang berbau mesiu. Namanya dikenal karena tangan dinginnya: kejam, tanpa ragu, bisa menghabisi nyawa tanpa kelopak matanya berkedip sedikit pun. Kelemahan adalah bahasa asing baginya, dan keterikatan tak pernah ia izinkan tumbuh—sampai jalannya bertabrakan dengan Selin, perempuan yang tersesat di hidup yang membuat damai terasa seperti barang mewah yang mustahil ia beli.

Selin adalah api; galak, tak kenal menyerah, tak bisa dikurung. Antonio adalah es; dingin, keras, tak bisa dipatahkan. Tapi ketika api bertemu es, salah satunya harus mengalah.

Pada satu malam yang menentukan, saat Selin butuh seseorang untuk menariknya dari bibir jurang, Antonio menyeretnya mundur—menjadi satu-satunya tali hidup yang ia punya. Hanya saja Selin tak tahu, ia baru saja mulai menggali kuburnya sendiri.

Sebuah kontrak lahir di bawah ancaman senjata, dan satu tanda tangan berubah jadi vonis seumur hidup, memaksanya masuk ke dunia gelap Antonio: bahaya, kekerasan, dan tumpahan darah.

Meski pernikahan mereka semestinya cuma nama di atas kertas, niat Antonio mungkin tak sesuci yang ia tunjukkan. Dan Selin juga mungkin menyimpan rahasia—sesuatu yang bisa membakar mereka berdua sampai tinggal arang.

Yang awalnya cuma benturan panas di antara dua orang keras kepala itu berubah jadi hasrat, obsesi, dan gairah yang memabukkan sekaligus mematikan. Dari abu pertengkaran, sebuah kisah cinta yang indah justru tumbuh, mengaburkan batas antara moral dan rasa.

Kalau cinta sejati sejak awal nggak pernah masuk dalam kesepakatan, apa yang terjadi saat mereka jatuh tanpa bisa menahan diri? Dan ketika rahasia serta musuh dari masa lalu kembali mengintai, sanggupkah cinta mereka bertahan melawan waktu?
Gigolo Miliarder dan Aku

Gigolo Miliarder dan Aku

200 Dilihat · Sedang Berlangsung · precious peter
“Empat ratus ribu. Cukup buat jasa lo?”

Alya melempar kartu ke arah pria itu, mengiranya cuma pemandu di klub malam. Padahal yang berdiri di depannya adalah Lucas Wijaya—miliarder paling berpengaruh di Ibu Kota.

Dikhianati tunangannya dan disingkirkan oleh adiknya sendiri, Alya cuma ingin satu malam tanpa sadar, satu malam untuk lupa. Ia mengira pria itu hanya pengalih perhatian yang dibayar. Namun Lucas punya rencana lain.

Saat Alya berusaha menghilang, Lucas sudah lebih dulu menutup jalan. Ia menjepit Alya ke dinding, jarak mereka nyaris tak ada. Tatapan mata gelapnya membakar, panas, seolah menandai kepemilikan.

“Kamu sudah beli tubuh gue, Alya.” Suaranya rendah, dingin, tapi menggigit. “Tapi harga buat pergi? Itu bakal lo bayar seumur hidup.”
1