“Kita pengin lihat toketnya si perawan!” teriak mereka.
Tangan-tangan kasar menarik bajuku, merobeknya begitu saja sampai tubuhku tinggal tertutup bra dan celana dalam. Ruangan itu meledak oleh tawa. Aku jadi bahan tontonan, dan aku nggak bisa ngapa-ngapain.
Mulutku kelu.
“Pantatnya kayaknya bagus juga…” kata seorang lelaki.
Dia mengangkat tubuhku, menegakkan punggungku di atas meja, lalu memaksa kedua tanganku ke belakang. Setelah itu dia membalikkan posisiku, menarik rokku ke atas, memperlihatkan pantatku begitu saja di depan semua orang.
Aku tersentak, napasku tercekat. Aku berusaha meronta, tapi telapak tangannya menghantam pantatku keras.
“Gimana kalau mulai dari satu setengah juta? Tambah lagi, kalian bisa cek sendiri dia masih perawan apa nggak…” ujarnya sambil menahan tubuhku, seolah aku cuma barang dagangan.
“Satu setengah juta!” seru seseorang.
Ada tangan lain yang menggesek pahaku. Kaki-kakiku dipaksa terbuka.
Tapi tiba-tiba sebuah suara mengguntur menembus keributan, membuat udara serasa membeku.
“Tujuh puluh lima juta… Lepasin tangan sialan kalian dari dia.”
Suara itu—berat, dingin, penuh kuasa—suara seorang Alfa. Seketika semua orang terdiam.
“Perawan tuli itu… terjual untuk Alfa di sana, tujuh puluh lima juta!”
Kawanan itu selalu membenci Mila karena dia nggak punya serigala.
Calon Alfa kawanan—pasangannya sendiri—langsung menolaknya, tanpa ragu, seolah Mila cuma aib yang harus disingkirkan.
Namun, tak lama setelah Mila berhasil kabur, dia diculik. Di situlah dia sadar: pasangannya telah menjualnya pada mafia perdagangan manusia.
Di tempat itu, Mila bertemu pasangan keduanya… lelaki yang membelinya. Seorang Alfa yang bertahun-tahun hidup tanpa pasangan, sampai luka itu mengubahnya jadi pria yang brutal dan tak kenal ampun.
Saat Mila mulai percaya dia mungkin masih punya kesempatan untuk bahagia, pasangan pertamanya muncul lagi—cemburu, menguasai, dan menuntut Mila menjadi istrinya.
Kini Mila terjepit di antara dua pasangan dari kawanan yang saling bermusuhan, dan entah bagaimana, dalam dirinya tersimpan kekuatan yang bisa memenangkan perang.