3 Book(s) Related to impact radius affiliate login

Logan

Logan

754 Dilihat · Sedang Berlangsung · N. F. Coeur
Dia menempatkan kakiku di bangku yang terpasang di dinding kamar mandi dan menggunakan tangan yang tadi memegang kakiku untuk memasukkan tiga jari ke dalam g-spotku. Suaraku hilang saat napasku terhenti dan lututku lemas. Aku tidak pernah percaya bisa mencapai klimaks sekuat ini sebelum mengalaminya dengan pria ini. Mungkin aku berbohong pada Cora. Mungkin dia memang dewa seks.


Logan tiba-tiba menemukan pasangan takdirnya! Masalahnya, dia tidak tahu bahwa manusia serigala itu ada, atau bahwa Logan secara teknis adalah bosnya. Sayang sekali dia tidak pernah bisa menahan godaan yang terlarang. Rahasia mana yang harus dia ceritakan terlebih dahulu?
Penyiar Radio Wanita

Penyiar Radio Wanita

247 Dilihat · Sedang Berlangsung · Aria Sinclair
Selama tiga tahun mendengarkan radio, aku jatuh cinta pada penyiar wanita. Suatu hari, dia datang ke tokoku membeli alat tulis...
Lagu Cinta (GXG)

Lagu Cinta (GXG)

998 Dilihat · Sedang Berlangsung · Sarah Radi
Alya mengambil keputusan yang, buat orang-orang di kampungnya, terdengar nekat: meninggalkan hidup pedesaan yang tenang dan pindah ke Jakarta untuk kuliah di sekolah musik yang namanya sudah lama ia simpan rapat-rapat dalam kepala.

Kota menyambutnya bukan dengan pelukan, melainkan dengan harga kos yang bikin dada sesak, uang makan yang cepat habis, dan jadwal latihan yang menuntut tenaga sampai ujung. Alya sadar, mimpi saja nggak cukup. Ia butuh cara buat bertahan.

Maka ia menerima tawaran gabung dengan sebuah band yang rutin manggung di bar LGBT dekat kawasan Blok M. Lampu temaram, tawa yang meledak di sela musik, dan orang-orang yang datang untuk menjadi diri sendiri—semuanya terasa asing sekaligus menghangatkan. Di sana, Alya belajar membaca penonton, menahan grogi, dan tersenyum meski kakinya pegal serta kepalanya penuh hitungan.

Ia mengira hidupnya akan berputar di sekitar kelas, kos sempit, dan panggung kecil dengan set-list yang harus dihafal. Ia sama sekali nggak menyangka, satu malam biasa bisa mengubah arah segalanya.

Malam itu, di sela jeda lagu, Alya turun dari panggung untuk minum. Dari sudut ruangan, ia menangkap sosok perempuan dengan setelan rapi yang terlalu kontras dengan kerumunan. Tatapannya tajam, wajahnya tenang, seolah sedang menilai dunia tanpa perlu ikut berisik. Perempuan itu menatap panggung, lalu sekilas mata mereka bertemu.

Alya sempat menunduk, berusaha mengabaikannya. Tapi detik itu sudah terlanjur menempel, seperti nada yang salah namun malah jadi terus teringat.

Namanya Clara—seorang jaksa yang namanya kerap muncul di berita, terkenal dingin di ruang sidang, dan entah bagaimana juga dikenal sebagai perempuan yang gampang membuat orang jatuh… lalu patah.

Dan Alya, yang datang ke kota cuma ingin mengejar musik, belum tahu bahwa pertemuan itu adalah awal dari belokan yang tidak pernah ia rencanakan.
1