“Di hidupku yang dulu, aku cuma pion yang dibuang. Di hidup ini, aku adalah RATU.”
Dikhianati tunangannya sendiri dan diinjak-injak saudari tirinya, Sekar mengembuskan napas terakhir dalam putus asa yang dingin dan kejam. Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Saat membuka mata, ia baru sadar ibunya bukan perempuan biasa—ibunya legenda, dengan identitas yang sanggup membuat dunia gemetar.
Berbekal rahasia-rahasia sang ibu dan hatinya yang sudah membeku, Sekar mulai memanjat. Perusahaan demi perusahaan berdiri di bawah tangannya, musuh-musuhnya dipermalukan di hadapan publik, dan para bajingan itu berakhir berlutut, memohon ampun.
Ia berniat menjalani hidup balas dendam yang tenang dan mewah. Ia tidak pernah merencanakan kemunculan Leonard Hartono—konglomerat paling bengis di negeri ini, terkenal tak kenal ampun.
“Kenapa kamu harus nampar dia pakai tanganmu sendiri?” geramnya, menarik Sekar duduk di pangkuannya dan menatap telapak tangannya yang memerah. “Lain kali, biar gue yang kotor-kotoran. Gue nggak tahan lihat kamu kesakitan.”
Apa monster berdarah dingin itu sebenarnya… suami yang kelewat memanjakan?