Musuh Sedarah, Kekasih Takdir
838 Dilihat · Selesai · Edna Maxlhaieie (Ddiomax)
“Tidak. Gue nggak mau ini… gue nggak mau lo.”
Bahkan saat kalimat itu meluncur dari bibirnya, tangan Ronan bergerak seolah punya kehendak sendiri. Jemarinya justru mencengkeram kemeja linen Dimitri, menariknya mendekat—bukan mendorongnya menjauh.
Tangan Dimitri refleks meraih tengkuk Ronan, menariknya maju. Ketika bibir mereka bersentuhan sekilas, Dimitri merasakan sesuatu yang telanjang dan purba meledak dari dalam dirinya, panas, lapar, tak beradab.
“Aku nggak bisa… berhenti. Perasaan apa ini, Ronan?”
Ia harus menandainya. Mengklaimnya. Dan sekarang, tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya.
Ketika ancaman manusia yang kian menguat memaksa para vampir dan manusia serigala menjalin aliansi rapuh, Pangeran vampir Dimitri DeLacroix dijodohkan untuk menikahi Selene Steele, putri sang utusan manusia serigala yang terkenal kuat.
Namun Selene menghilang tepat di malam menjelang penyatuan itu, meninggalkan kekacauan. Perjanjian nyaris robek, dan di tengah kepanikan, kakaknya—Ronan—melangkah maju menggantikan posisi Selene.
Kini dua pemimpin yang sama-sama keras kepala terikat dalam ikatan yang tak mereka inginkan. Dan hukum kuno menuntut ikatan itu disempurnakan—harus dituntaskan sebagai suami-istri—atau perjanjian dianggap batal, memantik perang lama yang baru saja reda.
Di antara percikan amarah dan bentrokan ego, hasrat justru berakar dalam kedekatan yang dipaksakan. Dan saat tembok-tembok perlahan runtuh di antara mereka, Ronan dihantam kenyataan yang membuat dadanya serasa ambruk: ia seorang omega—dan di dalam tubuhnya, ia mengandung anak Dimitri.
Terjepit di antara gairah dan politik, Dimitri dan Ronan harus menapaki jalan yang penuh jebakan. Karena anak yang mereka tunggu membawa kekuatan yang bisa menyatukan—atau menghancurkan—dunia mereka.
Bahkan saat kalimat itu meluncur dari bibirnya, tangan Ronan bergerak seolah punya kehendak sendiri. Jemarinya justru mencengkeram kemeja linen Dimitri, menariknya mendekat—bukan mendorongnya menjauh.
Tangan Dimitri refleks meraih tengkuk Ronan, menariknya maju. Ketika bibir mereka bersentuhan sekilas, Dimitri merasakan sesuatu yang telanjang dan purba meledak dari dalam dirinya, panas, lapar, tak beradab.
“Aku nggak bisa… berhenti. Perasaan apa ini, Ronan?”
Ia harus menandainya. Mengklaimnya. Dan sekarang, tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya.
Ketika ancaman manusia yang kian menguat memaksa para vampir dan manusia serigala menjalin aliansi rapuh, Pangeran vampir Dimitri DeLacroix dijodohkan untuk menikahi Selene Steele, putri sang utusan manusia serigala yang terkenal kuat.
Namun Selene menghilang tepat di malam menjelang penyatuan itu, meninggalkan kekacauan. Perjanjian nyaris robek, dan di tengah kepanikan, kakaknya—Ronan—melangkah maju menggantikan posisi Selene.
Kini dua pemimpin yang sama-sama keras kepala terikat dalam ikatan yang tak mereka inginkan. Dan hukum kuno menuntut ikatan itu disempurnakan—harus dituntaskan sebagai suami-istri—atau perjanjian dianggap batal, memantik perang lama yang baru saja reda.
Di antara percikan amarah dan bentrokan ego, hasrat justru berakar dalam kedekatan yang dipaksakan. Dan saat tembok-tembok perlahan runtuh di antara mereka, Ronan dihantam kenyataan yang membuat dadanya serasa ambruk: ia seorang omega—dan di dalam tubuhnya, ia mengandung anak Dimitri.
Terjepit di antara gairah dan politik, Dimitri dan Ronan harus menapaki jalan yang penuh jebakan. Karena anak yang mereka tunggu membawa kekuatan yang bisa menyatukan—atau menghancurkan—dunia mereka.

