Kesempatan Kedua Sang Alpha
807 Dilihat · Selesai · Claire Lemaire
“Aroma gairahmu bikin gue nggak tahan. Anjing!” geram Grayson, suaranya berat dan serak.
“Grayson…,” erangku, menyebut namanya putus-putus di antara napas yang tercerabut.
“Keluar semuanya di jari gue, sayang.” gumamnya, suaranya kental oleh hasrat.
Althea, seorang omega lemah, sudah terlalu lama hidup dengan luka di kawanan asuhnya. Di sana, ia belajar menelan hinaan, menahan sakit, dan berpura-pura kuat demi sekadar bertahan.
Namun semuanya runtuh ketika pasangan yang seharusnya melindunginya—Alfa Cassius—memanfaatkannya, lalu menolaknya begitu saja. Dalam sekejap, hidup Althea berbelok tajam, meninggalkan sisa-sisa hati yang remuk dan rasa percaya yang hancur.
Dengan dada sesak dan langkah tergesa, Althea melarikan diri. Ia tak tahu harus ke mana, tak punya siapa-siapa, hanya naluri untuk menjauh dari tempat yang telah menghabisinya pelan-pelan.
Sampai takdir menyeretnya ke tangan Alfa Grayson—seorang alfa yang juga menyimpan kehilangan, karena pasangan pertamanya direnggut maut.
Di antara dua jiwa yang sama-sama patah, Althea dipaksa menghadapi bayang-bayang traumanya sendiri dan belajar percaya lagi, sedikit demi sedikit, saat jarak di antara mereka mulai luruh. Tapi apakah cinta saja cukup untuk menambal hati yang sudah retak terlalu lama? Atau justru luka-luka itu akan membuka jalan menuju kehancuran yang baru?
“Grayson…,” erangku, menyebut namanya putus-putus di antara napas yang tercerabut.
“Keluar semuanya di jari gue, sayang.” gumamnya, suaranya kental oleh hasrat.
Althea, seorang omega lemah, sudah terlalu lama hidup dengan luka di kawanan asuhnya. Di sana, ia belajar menelan hinaan, menahan sakit, dan berpura-pura kuat demi sekadar bertahan.
Namun semuanya runtuh ketika pasangan yang seharusnya melindunginya—Alfa Cassius—memanfaatkannya, lalu menolaknya begitu saja. Dalam sekejap, hidup Althea berbelok tajam, meninggalkan sisa-sisa hati yang remuk dan rasa percaya yang hancur.
Dengan dada sesak dan langkah tergesa, Althea melarikan diri. Ia tak tahu harus ke mana, tak punya siapa-siapa, hanya naluri untuk menjauh dari tempat yang telah menghabisinya pelan-pelan.
Sampai takdir menyeretnya ke tangan Alfa Grayson—seorang alfa yang juga menyimpan kehilangan, karena pasangan pertamanya direnggut maut.
Di antara dua jiwa yang sama-sama patah, Althea dipaksa menghadapi bayang-bayang traumanya sendiri dan belajar percaya lagi, sedikit demi sedikit, saat jarak di antara mereka mulai luruh. Tapi apakah cinta saja cukup untuk menambal hati yang sudah retak terlalu lama? Atau justru luka-luka itu akan membuka jalan menuju kehancuran yang baru?

