Pacar Mobsterku
321 Dilihat · Selesai · karol alves
Ia melepaskan salah satu tangannya, mengangkat ujung gaunku. Begitu menyadari aku tidak memakai celana dalam, senyum tipis langsung hinggap di bibirnya.
“Wah, jadi gampang banget!”
“Tolong!” Aku menjerit, memanggil siapa pun yang bisa mendengar.
Pintu mendadak dihantam sampai terbuka dan membentur lantai. Seorang pria jangkung berotot—jauh lebih besar daripada Denver—menerobos masuk. Pandanganku kabur oleh air mata, tapi aku melihat rambut pirangnya, setelan jas rapi yang melekat di tubuhnya, dan lengannya terangkat ke arah Denver—sebuah pistol diarahkan tepat ke kepala pria itu.
Aku merasakan tangan kasar menyentuh kulitku. Aku mendengar embusan napas berat, sarat nafsu, lalu—dalam sekejap—bagian paling intimku kembali tertutup saat gaunku ditarik turun.
“Cantikku.”
Kevin Miller adalah miliarder paling terkenal di Swiss, sekaligus salah satu gembong paling disegani di dunia gelap. Namanya memancarkan kuasa—jenis kuasa yang membuat orang memilih menunduk sebelum diminta.
Sementara Alisson Cooper hanya gadis manis, perawan, yang tinggal serumah dengan seorang perempuan baik hati.
Kevin Miller tidak pernah percaya pada kepolosan—sampai ia melihat Alisson menuangkan minuman di pesta ulang tahun putranya, dan segala yang ia kira ia pahami tentang hasrat berubah dalam sekejap.
Sejak malam itu, Kevin melakukan apa saja agar gadis perawan semanis itu berada dalam genggamannya. Hanya saja, Alisson tak pernah sadar betapa besar pengaruhnya—dan betapa dekat bahaya yang mengintai di sekeliling pria itu.
Apa yang akan terjadi pada Kevin dan Alisson setelah Alisson menyerah sepenuhnya kepada sang miliarder, lalu mengetahui bahwa pria yang ia percayai ternyata seorang mafia?
“Wah, jadi gampang banget!”
“Tolong!” Aku menjerit, memanggil siapa pun yang bisa mendengar.
Pintu mendadak dihantam sampai terbuka dan membentur lantai. Seorang pria jangkung berotot—jauh lebih besar daripada Denver—menerobos masuk. Pandanganku kabur oleh air mata, tapi aku melihat rambut pirangnya, setelan jas rapi yang melekat di tubuhnya, dan lengannya terangkat ke arah Denver—sebuah pistol diarahkan tepat ke kepala pria itu.
Aku merasakan tangan kasar menyentuh kulitku. Aku mendengar embusan napas berat, sarat nafsu, lalu—dalam sekejap—bagian paling intimku kembali tertutup saat gaunku ditarik turun.
“Cantikku.”
Kevin Miller adalah miliarder paling terkenal di Swiss, sekaligus salah satu gembong paling disegani di dunia gelap. Namanya memancarkan kuasa—jenis kuasa yang membuat orang memilih menunduk sebelum diminta.
Sementara Alisson Cooper hanya gadis manis, perawan, yang tinggal serumah dengan seorang perempuan baik hati.
Kevin Miller tidak pernah percaya pada kepolosan—sampai ia melihat Alisson menuangkan minuman di pesta ulang tahun putranya, dan segala yang ia kira ia pahami tentang hasrat berubah dalam sekejap.
Sejak malam itu, Kevin melakukan apa saja agar gadis perawan semanis itu berada dalam genggamannya. Hanya saja, Alisson tak pernah sadar betapa besar pengaruhnya—dan betapa dekat bahaya yang mengintai di sekeliling pria itu.
Apa yang akan terjadi pada Kevin dan Alisson setelah Alisson menyerah sepenuhnya kepada sang miliarder, lalu mengetahui bahwa pria yang ia percayai ternyata seorang mafia?

