Pangeran Mafia
646 Dilihat · Selesai · Mijaly Author
Ia meraih celana pendekku dan melucutinya secepat kilat. Sekarang aku terbaring telanjang, dan aku sempat ragu sedetik—ada sesuatu di dalam kepalaku yang menyuruhku menghentikan ini.
Begitu semua pakaianku lepas, ia tak buru-buru. Ia menatap tubuhku lama, seolah sedang menikmati tiap inci. Wajahnya dipenuhi sesuatu yang sulit kubedakan: nafsu atau amarah. Tapi aku melihatnya jelas—lapar.
Di saat yang sama, satu tangannya meremas dan mencubit putingku, membuat napasku tercekat. Tangannya yang lain meluncur ke bokongku, menarikku lebih rapat. Tubuhku terasa terbakar, dan di antara kedua pahaku muncul rasa yang menuntut digesek sekarang juga. Tanpa sadar aku menggosokkan diri padanya, mencari gesekan yang kupikir bisa meredakan panas yang merayap liar di kulitku.
Bella dibesarkan di rumah keluarga Don—keluarga yang mengatur segala urusan dunia gelap di kota itu. Ia tumbuh di antara dua putra sang Don, Cyrus dan Cullen. Di mata orang-orang, Bella adalah putri kecil komunitas mereka, nyaris seperti adik kandung bagi dua bersaudara itu.
Sejak kecil, Bella diam-diam menyukai Cyrus. Namun Cyrus tak pernah benar-benar menanggapi perasaannya. Cullen, sebaliknya, selalu jadi sahabat terdekat Bella—tempat ia tertawa, mengadu, dan merasa aman. Hanya saja ada satu rahasia yang Cullen simpan rapat-rapat: ia juga mencintai Bella, lebih dari sekadar sahabat.
Semuanya berubah sejak satu malam yang seharusnya tak pernah terjadi.
Bella mabuk dan tidur dengan Cyrus.
Namun Cullen menipu Bella, membuatnya percaya bahwa dialah yang bersama Bella malam itu.
Bertahun setelahnya, Bella justru menikah dengan Cyrus, sambil menyimpan “rahasia gelap” kecil di dalam hatinya—rahasia yang ia kira akan aman selamanya.
Saat semuanya akhirnya terbongkar, ke mana arah hubungan mereka bertiga?
Begitu semua pakaianku lepas, ia tak buru-buru. Ia menatap tubuhku lama, seolah sedang menikmati tiap inci. Wajahnya dipenuhi sesuatu yang sulit kubedakan: nafsu atau amarah. Tapi aku melihatnya jelas—lapar.
Di saat yang sama, satu tangannya meremas dan mencubit putingku, membuat napasku tercekat. Tangannya yang lain meluncur ke bokongku, menarikku lebih rapat. Tubuhku terasa terbakar, dan di antara kedua pahaku muncul rasa yang menuntut digesek sekarang juga. Tanpa sadar aku menggosokkan diri padanya, mencari gesekan yang kupikir bisa meredakan panas yang merayap liar di kulitku.
Bella dibesarkan di rumah keluarga Don—keluarga yang mengatur segala urusan dunia gelap di kota itu. Ia tumbuh di antara dua putra sang Don, Cyrus dan Cullen. Di mata orang-orang, Bella adalah putri kecil komunitas mereka, nyaris seperti adik kandung bagi dua bersaudara itu.
Sejak kecil, Bella diam-diam menyukai Cyrus. Namun Cyrus tak pernah benar-benar menanggapi perasaannya. Cullen, sebaliknya, selalu jadi sahabat terdekat Bella—tempat ia tertawa, mengadu, dan merasa aman. Hanya saja ada satu rahasia yang Cullen simpan rapat-rapat: ia juga mencintai Bella, lebih dari sekadar sahabat.
Semuanya berubah sejak satu malam yang seharusnya tak pernah terjadi.
Bella mabuk dan tidur dengan Cyrus.
Namun Cullen menipu Bella, membuatnya percaya bahwa dialah yang bersama Bella malam itu.
Bertahun setelahnya, Bella justru menikah dengan Cyrus, sambil menyimpan “rahasia gelap” kecil di dalam hatinya—rahasia yang ia kira akan aman selamanya.
Saat semuanya akhirnya terbongkar, ke mana arah hubungan mereka bertiga?

